Judul Buku : Kami Anak-anak Bom Atom
Editor : Osada Arata
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia
Tahun terbit : 2009
Jenis : Kisah Nyata
Tebal : 158 hal
ISBN : 978-979-91-0204-1
_____________________________________________________
Anda tentu tahu peristiwa bom atom di Hiroshima, Jepang. Tepatnya, tanggal 6 Agustus 1945 pada pukul 8.15 waktu setempat bom uranium seberat 4,5 ton, yang diberi nama “Little Boy” dijatuhkan di kota ini, dan meledak pada ketinggian sekitar 500 meter. Dalam sekejap, Kota Hiroshima berubah menjadi neraka. Dalam waktu hanya beberapa detik, semua makhluk hidup dan bangunan di pusat ledakan musnah. Sekitar 100 ribu orang tewas seketika. sampai 5 tahun kemudian setelah ledakan itu, sedikitnya 200 ribu orang menyusul tewas karena dampak radiasi atom.
Tak terbayangkan bagaimana kondisi kota Hiroshima saat itu. Jerit tangis, histeris minta tolong, bercampur dengan kobaran api dan porak-porandanya kota. Semua orang berusaha mencari perlindungan tanpa mempedulikan teriakan minta tolong orang-orang sekitarnya.
Jam 8.15 pagi adalah waktu di mana, anak-anak pergi ke sekolah, ayah dan ibu pergi bekerja, kakak-kakak sedang pergi menjadi sukarelawan, dan ada juga anak-anak kecil yang main di rumah tetangga. Tepat saat mereka sedang beraktivitas itu, bom atom meledak.
Anda ingin tahu seperti apa kacaunya kondisi saat bom atom itu memporakporandakan kota Hiroshima? Segera miliki buku Kami Anak-anak Bom Atom. Buku ini terdiri dari 29 kisah sejati yang ditulis oleh anak-anak yang saat bom atom itu dijatuhkan di Hiroshima masih berusia 5. Mereka bertutur dengan polos di antara kesedihan, kegetiran, dan ketegaran menghadapi kematian kakak, adik, ayah, dan orang-orang tercinta lainnya.
_____________
Note:
Diadakan lomba resensi buku ini. Pesertanya anak-anak usia SD. Ingin tahu apa saja syarat-syarat lombanya, belilah buku ini, karena kamu akan menemukan informasinya dalam buku ini.
Posted by Kami Anak-anak Bom Atom « Paskalina's Blog on 29 Oktober 2009 at 5:44 am
[...] Klik untuk BACA REVIEWNYA [...]
Posted by Rf. Yanuar on 7 November 2009 at 1:53 am
Aku kagum pada anak-anak itu. Alih-alih membalas dendam, mereka justru menaruh harapan pada dunia yang lebih baik.

Sepertinya, kita masih harus banyak belajar dari mereka. Mereka mampu berteduh.- di tenteramnya nurani & bercermin pada indah rasa. Meski gundah meraja jiwa.
Terimakasih untuk bahasannya, buku yang sangat indah.
Posted by Paskalina on 10 November 2009 at 7:31 am
salam kenal Rf. Yanuar
Trima kasih sudah berkunjung ke blog, saya tunggu comment2 selanjutnya.
Salam
Posted by ebhee on 27 Januari 2010 at 4:18 am
buku itu saya beli untuk adik saya, tetapi ketika saya baca buku itu ternyata bukan hanya untuk anak-anak…saya bahkan sempat menangis..
adik saya mencoba mengirim resensinya untuk dilombakan,,pengumumannya di mana ya??
Posted by Paskalina on 29 Januari 2010 at 5:42 am
Makasih sudah berkunjung di blog ini,
Untuk informasi pemenangnya hubungi aja 021-5365 0110/0111 ext. 3363, 3364 (Putri)
Trims