Oleh: paskalina | 28 April 2009

Merawat Buku

B uku adalah jendela dunia, tak peduli apapun isi buku itu dan dunia macam apa yang ditunjukkan olehnya. Menurut seorang kawan, mengoleksi buku itu seperti perjuangan melawan waktu. Karena di satu sisi kita ingin melestarikan dan mewariskan atau membagi pengetahuan, tapi di satu sisi kita harus berhadapan dengan sang waktu yang siap menghancurkan buku-buku kita yang rentan. Kita lihat di beberapa peristiwa, orang dengan begitu mudah membakari buku hanya karena mereka tidak mengerti (dan mengatasnamakan agama sebagai kerudung kebodohan mereka). Tapi selain itu, kerap kali kita menjumpai koleksi buku yang hancur dimakan rayap atau terpaksa dijual hanya karena pertimbangan sepele, seperti rumah sudah begitu penuh dengan perabotan misalnya atau karena dianggap tidak ada lagi yang akan membaca buku.

Jadi jangan menunggu koleksi buku Anda mencapai ribuan judul atau membiarkan koleksi buku Anda teronggok begitu saja di samping tempat tidur atau di ruang baca. Rawatlah buku Anda sebaik Anda merawat barang-barang koleksi yang lain.

Kertas buku sangat halus dan mudah rusak oleh matahari, kelembaban, debu, kekeringan serta ngengat yang sangat menyukainya. Karena kelembaban adalah musuh utama buku, maka dinding dan rak tempat menyimpan buku harus memiliki ventilasi yang baik. Memakai rak dengan bagian belakang terbuka memudahkan aliran udara. Beri cukup ruang antara papan rak, serta antara rak dan dinding supaya udara mengalir lancar.

Selengkapnya KLIK


Tanggapan

  1. Apakah Anda punya tips menyampul buku yang baik? Permasalahan tataletak atau penyimpanan sepertinya sudah sering dibahas, namun perihal penyampulan sangat jarang di-review. Padahal cukup penting loh. Seperti kegunaan menyampul atau jenis plastik sampul yang baik untuk buku.

    Selebihnya, aku suka postingan ini. Terima kasih.
    :)


Beri tanggapan

Your response:

Kategori