An Affair to Forget
Judul Buku : An Affair to Forget; Mencintai saja tak pernah cukup, Penulis : Armaya Junior, Penerbit : Gagasmedia, Tahun terbit : 2008, Genre : Novel, Tebal : 338 halaman, ISBN (13) : 978-979-780-217-2
Wanita mana mau diduakan cintanya. Wanita mana yang mampu berteman dengan wanita selingkuhan suaminya. Wanita mana yang mampu bertahan dengan suami yang telah menghianatinya.
Novel ini akan memberikan wawasan lain bagi wanita. Bagaimana tidak? Novel ini memunculkan seorang tokoh bernama Anna yang menghadapi suami yang berselingkuh dengan cara lain.
Anna dalam novel ini bisa dikatakan sebagai seorang superwoman bagi kaum wanita. Tapi bisa juga dikatakan sebaliknya, Anna sebagai seorang wanita yang lemah. Tergantung Anda menilai sosok Anna dari sudut mana.
Ketika mendapati suaminya berselingkuh dengan wanita lain, Anna tidak menghadapinya dengan amarah yang membara. Anna menghadapi sikap suaminya dengan sikap biasa saja. Tetapi dalam hati, Anna merencana sebuah hal besar atas sikap suaminya.
Anna memilih jalan yang bagi orang lain terasa mustahil, yaitu berusaha mencari informasi tentang perempuan selingkuhan suaminya dan berteman dengannya.
Bagaimana cara Anna berteman dengan selingkuhan suaminya? Apakah Anna berhasil mempertahankan pernikahannya? (dipublikasikan juga di www.wisata-buku.com)
Miyuki Inoue, Menginspirasiku…
Miyuki Inoue adalah sumber inspirasi buat saya. Awal karena sebuah ketidak sengajaan. Saya tertarik untuk membaca buku AKU TERLAHIR 500 gr DAN BUTA. Dengan judulnya saja, saya merasa tersentuh. Saya menyelesaikan membaca buku ini tidak lama.
Ah…setelah usai membacanya saya sangat terkagum-kagum dengan sosok Miyuki. Dia itu anak BUTA. Buta sejak lahir. Dia belum pernah melihat bagaimana indahnya sinar matahari. Dia tak bisa menikmati indahnya bunga mawar. Tapi… dia begitu percaya diri. Dia tidak pantang menyerah. Walau dia buta, dia ingin mencoba semua hal yang pernah dia dengar dari orang lain.
Bayangkan saja, seorang anak buta ingin naik sepeda. Dia ingin merasakan semilir angin menyibak rambutnya saat naik sepeda. Kalau bukan MIYUKI rasa-rasanya tak ada orang buta yang melakukan hal yang sama seperti Miyuki.
Rasa kagum saya pada Miyuki saya tuangkan dalam resensi buku karyanya. Anda dapat membacanya di
http://cantingbening.wordpress.com/2008/07/11/miyuki-menggapai-mentari/
Resensi ini mendapat kesempatan dimuat di surat kabar Pikiran Rakyat Bandung. Sungguh, buku ini dan kisah Miyuki sangat menginspirasi saya. Betapa hidup ini perlu disyukuri, apa pun keadaan, apa pun masalah, harus kita hadapi dengan rasa syukur. Saya dan Anda (pembaca) memiliki kesempurnaan dibandingkan dengan Miyuki. Tak ada alasan lagi buat saya dan Anda untuk mengeluh dan meratap kesusahan hidup ini.
Bersambung….

PASKALINA mengucapkan