Oleh: paskalina | 3 November 2009

Book Review: Memilih Putra Mahkota

memilih putra mahkotaJudul Buku  :  Mewarnai Cerita Rakyat: Memilih  Putra Mahkota ~ Penulis  : Renny Yaniar ~ Penerbit : Gramedia ~ Tahun terbit  :  2009 ~ Jenis  :  Anak-anak ~ Tebal   :  24 hal ~ ISBN  :   978-979-22-4399-4

 

Raja memiliki tiga putra, yaitu Pangeran Sulung, Pangeran Tengah, dan Pangeran Bungsu. Di antara ketiga pangeran itu, Raja harus memilih satu pangeran untuk dijadikan putra mahkota.

Raja mempunyai satu pertanyaan penting untuk tiga pangeran. Jawaban setiap pangeran akan menentukan, pangeran mana yang akan menjadi putra mahkota. Apakah pertanyaan yang diajukan oleh Raja dan siapakah yang akan menjadi putra mahkota? Jawabannya tentu saja ada dalam cerita rakyat buku ini.

Cerita rakyat dalam buku ini bisa menjadi bahan mendongeng yang baik buat Anda yang bingung mencari dongeng manakah yang pantas diceritakan pada anak-anak. Nilai-nilai moral dan pesan yang terkandung dalam dongeng cerita rakyat ini juga akan membantu Anda menerapkan nilai moral pada anak-anak.

Mendongeng untuk anak adalah kegiatan yang positif yang Anda lakukan bersama anak atau adik tercinta. Mewarnai juga merupakan kegiatan positf yang bisa mengasah daya kreasi anak.

Dua kegiatan positif ini ada dalam buku ini. Mendongeng cerita rakyat, kemudian mengajak anak mewarnai gambar-gambar yang ada dalam buku. Tunggu apa lagi, ajaklah anak atau adik-adik Anda untuk melakukan dua kegiatan positif ini!

Oleh: paskalina | 29 Oktober 2009

Kami Anak-anak Bom Atom

kami anak-anak bom atomJudul Buku : Kami Anak-anak Bom Atom

Editor : Osada Arata

Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia

Tahun terbit : 2009

Jenis : Kisah Nyata

Tebal : 158 hal

ISBN : 978-979-91-0204-1

_____________________________________________________

Anda tentu tahu peristiwa bom atom di Hiroshima, Jepang. Tepatnya, tanggal 6 Agustus 1945 pada pukul 8.15 waktu setempat bom uranium seberat 4,5 ton, yang diberi nama “Little Boy” dijatuhkan di kota ini, dan meledak pada ketinggian sekitar 500 meter. Dalam sekejap, Kota Hiroshima berubah menjadi neraka. Dalam waktu hanya beberapa detik, semua makhluk hidup dan bangunan di pusat ledakan musnah. Sekitar 100 ribu orang tewas seketika. sampai 5 tahun kemudian setelah ledakan itu, sedikitnya 200 ribu orang menyusul tewas karena dampak radiasi atom.

Tak terbayangkan bagaimana kondisi kota Hiroshima saat itu. Jerit tangis, histeris minta tolong, bercampur dengan kobaran api dan porak-porandanya kota. Semua orang berusaha mencari perlindungan tanpa mempedulikan teriakan minta tolong orang-orang sekitarnya.

Jam 8.15 pagi adalah waktu di mana, anak-anak pergi ke sekolah, ayah dan ibu pergi bekerja, kakak-kakak sedang pergi menjadi sukarelawan, dan ada juga anak-anak kecil yang main di rumah tetangga. Tepat saat mereka sedang beraktivitas itu, bom atom meledak.

Anda ingin tahu seperti apa kacaunya kondisi saat bom atom itu memporakporandakan kota Hiroshima? Segera miliki buku Kami Anak-anak Bom Atom. Buku ini terdiri dari 29 kisah sejati yang ditulis oleh anak-anak yang saat bom atom itu dijatuhkan di Hiroshima masih berusia 5. Mereka bertutur dengan polos di antara kesedihan, kegetiran, dan ketegaran menghadapi kematian kakak, adik, ayah, dan orang-orang tercinta lainnya.

_____________

Note:

Diadakan lomba resensi buku ini. Pesertanya anak-anak usia SD. Ingin tahu apa saja syarat-syarat lombanya, belilah buku ini, karena kamu akan menemukan informasinya dalam buku ini.

Tulisan Sebelumnya »

Kategori